Back

Apa Iya Makan Sushi Bisa Keracunan? Berikut Tips Nya Guys!

Centennial.id – Sebenarnya apakah sushi aman untuk dimakan? Masalahnya sushi juga dituding bisa menyebabkan alergi, keracunan, hingga media penyebaran cacing.

Sushi merupakan salah satu jenis makanan Jepang yang paling digemari. Selain rasa dan penyajiannya yang unik, sushi juga dibuat dari bahan-bahan segar yang kaya akan nutrisi. Misalnya saja ikan, udang, rumput laut, dan mentimun.

Berikut ini anjuran cara mengonsumsi sushi dengan aman, dilansir dari laman Womenshealthsa :

Seberapa sering boleh makan sushi?

Image result for sushi

Orang dewasa sehat dapat mengonsumsi dua hingga tiga (10 hingga 15 buah) sushi roll per minggu. Sedangkan untuk wanita hamil atau menyusui disarankan untuk tidak memakan sushi dengan bahan ikan mentah, tetapi memiliki sushi yang berisikan sayuran dan makanan laut rendah merkuri yang matang. Hal itu bertujuan untuk menghindari risiko keracunan merkuri dan penyakit bawaan makanan yang dapat memengaruhi sang Ibu dan si Kecil.

“Intinya, konsumsi ikan secara keseluruhan harus 340 gram per minggu untuk orang dewasa yang sehat. Sedangkan untuk wanita hamil dan anak-anak disarankan 170 hingga 226 gram per minggu,” kata Boules.

Jangan sisihkan wasabi-nya

Image result for wasabi

Biasanya sushi disajikan bersama wasabi, pasta hijau dengan rasa menyengat yang mungkin kurang cocok dengan lidah orang Indonesia. Tetapi jangan singkirkan wasabi saat Anda memakan sushi. Mencocolkan sushi ke dalam kecap yang sudah dicampur dengan wasabi bisa membantu membunuh bakteri yang mungkin ada di dalam ikan mentah.

Baca Juga :  Ini Dia Karakter Teen Titans Yang Terkenal Jahil. Tokoh Karakter Kalian Masuk Ga Ya?

Nah, jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan lagi kalau Anda memang hobi menyantap sushi. Kuncinya cuma memilih bahan yang tepat dan terpercaya serta konsumsi dalam jumlah sewajarnya.

Pilih sushi dari ikan mentah yang rendah merkuri

Image result for sushi

Sushi yang terbuat dari bahan makanan sehat juga bisa membahayakan kesehatan. Hal itu dikarenakan ikan biasanya memiliki kandungan merkuri. Terlebih lagi ikan besar yang memakan ikan kecil, seperti tuna dan mackerel, biasanya memiliki kandungan merkuri yang lebih tinggi dari ikan lainnya.

“Semakin tinggi ikan tersebut pada satu rantai makanan, semakin besar kemungkinan ada kandungan merkuri yang tidak meninggalkan tubuh ikan saat mencernanya,” kata Co-Founder Being Healthfull, Claire Martin.

Seperti yang kita ketahui, keracunan merkuri dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, keterlambatan perkembangan, kerusakan otak, dan bahkan kegagalan organ.

Komentar